Demi Ucok; Film Crowd Sourcing Pertama di Indonesia

Rabu, 18 Jan '12 17:52 • 1 komentarNotula

Dengan kemajuan teknologi dewasa ini, membuat film layar lebar dapat dilakukan dengan biaya relatif lebih kecil. Dengan Rp. 300 juta, Anda bisa memproduksi sebuah film komersial. 

Namun untuk bisa tayang di jaringan bioskop di Indonesia, Anda membutuhkan biaya yang lebih mahal dari biaya produksi.

"Terus terang, supaya film bisa tayang di bioskop jaringan 21 misalnya, Anda membutuhkan sedikitnya biaya Rp 500 juta untuk ongkos transfer media film," ungkap Sammaria Simanjuntak (produser, penulis cerita dan sutradara film Demi Ucok) dalam Obrolan Langsat edisi ke-87 yang bekerja sama dengan Bicara FIlm pada hari Selasa, 17 Januari 2012.

"Demi Ucok" menghabiskan biaya produksi sebanyak Rp 200 juta. Sebagian besar, dana dialokasikan untuk alat-alat produksi seperti kamera atau properti.

"Untuk meringankan biaya produksi, kami menggunakan aktor dan aktris dari kalangan dekat. Misalnya, Ibu saya yang menjadi pemeran pembantu wanita utama," tukas Sammaria tentang film "Demi Ucok" yang berlatar cerita tentang seorang gadis yang enggan bernasib membosankan seperti ibunya; menikah dan melupakan mimpi.

Sammaria SimanjuntakBiaya total produksi film hingga tayang di bioskop yang umumnya mencapai miliaran rupiah sempat membuat Sammaria jera membuat film. Namun semangat Sammaria dan tim bangkit setelah menemukan website asing yang bercerita soal crowd sourcing atau pendanaan sebuah karya secara keroyokan/patungan.

"Crowd sourcing menjadi sebuah solusi untuk pembuatan film dan sekaligus tayang di bioskop. 'Demi Ucok' pun mengambil cara itu," tegas Sunny Soon, aktor utama pria dan manajer promosi "Demi Ucok".

Itu sebabnya Sammaria dan Sunny meluncurkan kampanye 10 ribu Co Producer (CoPro). Dengan hanya membayar Rp 100 ribu, seseorang sudah bisa menjadi CoPro "Demi Ucok".

"Caranya mudah. Anda tinggal mengisi formulir yang ada di situs www.demiapa.com. Nama CoPro nantinya akan tertera di poster film 'Demi Ucok'," imbuh Sunny.

Selain nama yang tertera di poster film, para CoPro juga akan mendapatkan Post-It, clapper box dan pouch bag yang semuanya bercorak "Demi Ucok" sebagai reward

Dana total yang terkumpul dari para CoPro akan digunakan untuk kegiatan pasca produksi. "50% dana akan digunakan untuk kinetransfer dan copy film, 30% untuk produksi reward CoPro dan 20% dialokasikan untuk biaya promosi, roadshow serta launching," pungkas Sammaria yang juga pernah membuat film "Cin(T)a" itu.

Komentar

Rencana tayang kapan film ini?
or create account to post comments